
Penulis : Sulaeman Daud, Syafrudin, Supriyadi, Utiamah
Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peranan penting dalam membangun peradaban bangsa, hal ini tidak hanya ditandai dengan kemajuan teknologi Pendidikan yang kian berkembang seirama dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Menariknya, Pendidikan Islam selalu menanamkan nilai-nilai ketauhidan dalam membentuk ideologi dan kerangka berpikir peserta didik ditengah gempuran kemajuan teknologi yang tidak terbendung.
Kendati demikian, nilai-nilai ketauhidan yang ditanamkan melalui proses Pendidikan Islam hendaknya adaptif dengan penyesuaian diri melalui inovasi yang melahirkan adanya perubahan kongkret terhadap dunia Pendidikan.
Definisi Inovasi dan Perubahan dalam Manajemen Pendidikan Islam
Pernahkah kita berpikir, dunia Pendidikan kita begitu-begitu saja, konsep yang ditawarkan adalah sesuatu yang sama dari tahun ke tahun. Tidak adanya sesuatu yang segar untuk disuguhkan baik dalam pengelolaan lembaganya, maupun dalam proses pendidikannya. Sebab itulah, Pendidikan kita memerlukan sebuah ide segar atau inovasi yang dapat memberikan dampak terhadap lembaga maupun terhadap peserta didiknya.
Inovasi dapat kita artikan sebagai ide baru untuk mengembangkan produk, proses atau layanan. Dalam konteks Pendidikan inovasi berarti merupakan ide baru terhadap pengembangan kompetensi guru dan peserta didik, proses pembelajaran termasuk kurikulum, serta pelayanan lembaga sekolah terhadap orang tua dan masyarakat pada umumnya.
Menurut ahli, sebut saja Everett M. Rogers mendefinisikan inovasi sebagai sebuah ide, gagasan, objek, dan praktik yang dilandasi serta diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok tertentu untuk diadopsi. Rogers juga dikenal melalui teorinya yang menjelaskan bagaimana sebuah inovasi menyebar di masyarakat.
Dengan demikian inovasi dapat dikatakan sebagai sebuah ide atau gagasan yang kemudian menjadi sesuatu hal yang baru sehingga dapat memberikan dampak perubahan terhadap masyarakat. Dalam konteks Pendidikan perubahan adalah proses penerapan pengetahuan, sumber daya dan sarana untuk mengubah orang yang terkena dampaknya.
Robbins dan Coulter mendefinisikan perubahan sebagai modifikasi atau transformasi dalam struktur, teknologi, atau sumber daya manusia di sebuah organisasi. Oleh sebab itu, perubahan dan inovasi tidak dapat dipisahkan, karena dengan adanya inovasi akan menghasil perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh masyarakat.
Utamanya, dalam sebuah manajemen Pendidikan Islam inovasi sangat diperlukan, apalagi ditengah gempuran ideologi global melalui kemajuan teknologi yang kian tidak terbendung arusnya. Manajemen Pendidikan Islam memiliki peranan yang urgen dalam menentukan arah Pendidikan Islam ke depan.
Masalah Pendidikan di Indonesia
Secara umum masalah Pendidikan di Indonesia sungguh sangat kompleks dan beragam. Kendati demikian, masalah Pendidikan tidak hanya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah selaku pemangku kebijakan, tetapi menjadi tanggung jawab bagi semua kalangan khususnya bagi kepala sekolah dan guru sebagai penggerak utama di lembaga Pendidikan.
Kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu faktor dari masalah Pendidikan yang patut diseriusi. Pasalnya, lembaga Pendidikan kita belum sepenuhnya mengimbangi hal tersebut sehingga, sebagian lembaga Islam tidak dapat berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan akibat keterbatasan dan ketidakmampuan.
Faktor laju eksplosi atau pertumbuhan penduduk yang pesat baik di perkotaan maupun perdesaan membuat kebutuhan akan layanan Pendidikan juga turut semakin banyak. Hal ini, akan menjadi masalah yang sangat krusial apabila layanan Pendidikan yang baik tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya laju pertumbuhan penduduk diiringi dengan kemajuan teknologi serta perkembangan ilmu pengetahuan membuat masyarakat tersadarkan akan pentingnya Pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut, memicu terjadinya permintaan dari masyarakat agar lembaga Pendidikan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya, sayangnya tidak semua lembaga Pendidikan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada realitasnya, dengan banyaknya siswa yang masuk ke dalam suatu lembaga Pendidikan yang tidak diimbangi dengan performa dan penataan jumlah siswa dalam kelas akan menurunkan mutu pendiidkan itu sendiri. Sehingga, terjadilah tren penurunan mutu Pendidikan di beberapa sektor masyarakat.
Penurunan mutu Pendidikan tersebut, tidak hanya dipicu oleh lonjakan pertumbuhan masyarakat yang sedang membutuhkan layanan Pendidikan berkualitas tetapi, hal tersebut datang pula dari belum berkembang organisasi Pendidikan yang efektif dan professional. Maka, permasalahan selanjut adalah menitik beratkan pada bagaimana sebuah organisasi dalam melakukan manajerial Pendidikan yang efektif dan professional.
Strategi Inovasi dalam Manajemen Pendidikan Islam
Setelah kita menguraikan beberapa masalah Pendidikan di Indonesia maka, Langkah selanjutnya adalah kita merancang sebuah strategi inovasi untuk melakukan sebuah perubahan dalam manajemen Pendidikan Islam.
Kemajuan dan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan, seharusnya dapat membantu sebuah pembelajaran menjadi lebih efektif. Tentu, hal ini harus dimulai dari kesiapan sebuah lembaga untuk beradaptasi memanfaatkan dalam pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan diantaranya penggunaan teknologi seperti e-learning, media digital dan platform media online untuk memudahkan pembelajaran sehingga lebih efektif dan efisien.
Sistem yang lebih krusial dalam Pendidikan diantaranya adalah kurikulum. Kurikulum perlu dikembangkan berbasis kompetensi dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai Islam, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.
Selanjutnya, kita juga perlu untuk melakukan peningkatan kapasitas guru atau pendidik dengan diberikan pelatihan dan sertifikasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan menguasai teknologi pembelajaran modern. Dengan demikian, guru mampu menjadi pelopor dalam peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia.
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin sebuah lembaga juga cukup berpengaruh dalam menentukan tingkat kualitas Pendidikan Islam. Lembaga Pendidikan Islam membutuhkan pemimpin yang adaptif, visioner, dan partisipatif untuk mendorong terciptanya budaya inovasi di lingkungan Pendidikan.
Tantangan dan Hambatan dalam Melakukan Inovasi
Menjadi sosok inovator yang memiliki keterampilan dalam berinovasi, mengimplementasikan sebuah ide dan gagasan tentu saja, tidak terlepas dari tantangan dan hambatan yang akan dihadapi. Apalagi, inovasi tersebut akan berdampak luas sehingga terjadinya sebuah perubahan yang signifikan.
Beberapa tantangan dan hambatan melakukan inovasi dalam manajemen Pendidikan diantaranya,
Keterbatasan akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital.
Kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik.
Adanya resistensi atau penolakan terhadap perubahan.
Kekhawatiran akan hilangnya nilai-nilai tradisional dan esensi ajaran Islam.
Minimnya kolaborasi antara ahli pendidikan Islam dan profesional teknologi informasi.
Tantangan-tantangan ini harus diatasi dengan pendekatan yang bijak dan strategis agar inovasi tetap berjalan tanpa menghilangkan identitas pendidikan Islam.
