Mahasiswa Kharisma melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Malaysia selama satu bulan, terhitung sejak 2 April 2026. Sebanyak 20 mahasiswa diberangkatkan dan dibagi ke dalam tujuh kelompok untuk ditempatkan di tujuh sanggar yang tersebar di beberapa wilayah, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
Salah satu kelompok yang terdiri dari empat mahasiswa Haris, Muhammad Hamdani, Yudi, dan M. Agung Sumarna ditempatkan di wilayah Kuala Langat. Di lokasi ini, mereka aktif menjalankan kegiatan pendidikan sekaligus membangun hubungan sosial dengan masyarakat setempat. Fokus utama kegiatan mereka adalah mengajar anak-anak imigran di Sekolah Bimbingan Kuala Langat (SBKL), sebuah lembaga pendidikan nonformal yang menjadi wadah belajar bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal. Dalam proses pembelajaran, para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, kerja sama, dan toleransi.

Selain kegiatan mengajar, para mahasiswa juga terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka ikut serta dalam berbagai aktivitas gotong royong, termasuk membantu persiapan acara pernikahan warga setempat. Keterlibatan ini menjadi sarana penting dalam membangun kedekatan emosional serta memperkuat nilai kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.
Tidak hanya itu, pengalaman unik juga dirasakan saat para mahasiswa turut membantu warga dalam kegiatan pertanian, khususnya di kebun nanas yang sedang memasuki masa panen. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai praktik pertanian lokal sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut para peserta KKN diSBKL, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan pembelajaran langsung di luar ruang kelas. Interaksi lintas budaya, kerja sama sosial, serta keterlibatan dalam aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kepedulian sosial mahasiswa.
Program KKN internasional ini tidak hanya berfungsi sebagai media pengabdian, tetapi juga sebagai sarana pertukaran budaya dan pengalaman antara mahasiswa Indonesia dan masyarakat Malaysia. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa Kharisma membuktikan bahwa kehadiran mereka mampu memberikan kontribusi nyata mulai dari ruang kelas hingga ke kebun nanas—dalam kehidupan masyarakat di negeri jiran.

