Sukabumi – STAI Kharisma Sukabumi secara resmi membuka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, panitia KKN, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Desa Munjul merupakan salah satu desa di Kecamatan Ciambar yang memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan pengembangan masyarakat.
Ketua Pelaksana KKN, Nurmukhlis Fauzi, menyampaikan bahwa program KKN tahun ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar bersama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arif Rahmat Triasa, M.A., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“KKN merupakan ruang belajar yang sesungguhnya. Mahasiswa harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat melalui program-program yang berdampak, khususnya pada empat pilar KKN STAI Kharisma Sukabumi, yaitu pendidikan, keagamaan, sosial-ekonomi, dan ekoteologi,” ujarnya.
Kepala Desa Munjul, Ujang Aos, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN STAI Kharisma Sukabumi. Ia berharap para mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN STAI Kharisma Sukabumi. Semoga kehadiran mahasiswa dapat membawa semangat baru, memberikan kontribusi positif, serta meninggalkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Munjul,” ungkapnya. Ujang Aos menjabat sebagai Kepala Desa Munjul melalui mekanisme PAW sejak awal 2026. �
suluhnusantara.news
Melalui pelaksanaan KKN Tahun 2026 ini, STAI Kharisma Sukabumi berharap mahasiswa mampu mengaktualisasikan nilai-nilai keilmuan, pengabdian, dan kepemimpinan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

