STAI Kharisma Sukabumi Kukuhkan 113 Wisudawan pada Wisuda ke-25, Bersiap Bertransformasi Menuju Institut Kharisma Nusantara

Sukabumi – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kharisma Sukabumi kembali mencatatkan sejarah akademik melalui pelaksanaan Wisuda ke-25 dengan melantik sebanyak 113 wisudawan. Momentum tersebut menjadi semakin istimewa karena menjadi salah satu tonggak penting perjalanan STAI Kharisma Sukabumi menuju transformasi kelembagaan menjadi Institut Kharisma Nusantara (IKN).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan, senat akademik, civitas akademika, orang tua dan keluarga wisudawan, serta tamu undangan. Hadir pula Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed.

Dalam sambutan akademiknya, Ketua STAI Kharisma Sukabumi, Dr. Ade Nurpriatna, S.Ag., M.Ud., menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang telah diraih oleh STAI Kharisma Sukabumi. Menurutnya, berbagai prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi seluruh civitas akademika.

“Kita patut bersyukur atas prestasi yang sudah dicapai oleh kampus kita. Semua itu merupakan hasil kerja sama seluruh teman-teman civitas akademika,” ungkap Dr. Ade.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah posisi STAI Kharisma Sukabumi dalam pemeringkatan SINTA, yang berhasil masuk dalam nominasi peringkat ke-4 di antara perguruan tinggi di Sukabumi. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kualitas akademik dan produktivitas sivitas akademika STAI Kharisma Sukabumi.

Tidak berhenti pada capaian tersebut, STAI Kharisma Sukabumi juga terus melakukan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan global. Kampus mengembangkan program penguatan bahasa melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan di Kampung Inggris Pare, serta menyelenggarakan program KKN internasional ke Malaysia yang telah terlaksana.

Selain itu, STAI Kharisma Sukabumi juga mempersiapkan Program Pengembangan Kompetensi (PPK) ke Thailandyang direncanakan berlangsung pada November mendatang. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan salah satu yayasan yang memiliki lembaga pendidikan di Thailand.

Wisuda ke-25 juga memiliki makna historis tersendiri. Dr. Ade menyampaikan bahwa para wisudawan pada kesempatan ini merupakan wisudawan terakhir yang dilantik dengan status STAI Kharisma Sukabumi, sebelum kampus secara resmi bertransformasi menjadi Institut Kharisma Nusantara.

“Insya Allah, kita segera resmi alih status menjadi IKN (Institut Kharisma Nusantara). Tahun depan, insya Allah wisuda sudah menggunakan nama Institut Kharisma Nusantara,” jelasnya.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar STAI Kharisma Sukabumi untuk memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan dan menjawab perkembangan kebutuhan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed., yang mewakili Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih STAI Kharisma Sukabumi.

Dalam sambutannya, Prof. Aan menyampaikan bahwa seluruh civitas akademika dan orang tua mahasiswa patut berbangga terhadap perkembangan STAI Kharisma Sukabumi. Menurutnya, berbagai program yang dikembangkan kampus menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam tidak tertinggal dibandingkan perguruan tinggi lainnya.

“Kita harus bangga dengan prestasi yang dimiliki STAI Kharisma. Dari sisi program, STAI Kharisma tidak tertinggal dengan perguruan tinggi maupun universitas lainnya. Bahkan sudah memiliki berbagai program nasional dan internasional yang luar biasa,” tuturnya.

Prof. Aan juga mendorong STAI Kharisma Sukabumi untuk terus meningkatkan prestasi dan inovasi. Ia sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak ragu memilih STAI Kharisma Sukabumi sebagai tempat melanjutkan pendidikan bagi putra-putrinya, terlebih dengan rencana transformasi kelembagaan menjadi Institut Kharisma Nusantara.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik dan kontribusi mahasiswa maupun dosen, pada rangkaian Wisuda ke-25 juga diberikan sejumlah penghargaan Dharma Cendekia.

Penghargaan tersebut diberikan kepada wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, mahasiswa dengan kontribusi terbaik dalam organisasi internal kampus, serta wisudawan dengan publikasi terbaik.

Penghargaan juga diberikan kepada dosen STAI Kharisma Sukabumi dengan skor SINTA tertinggi. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi kampus terhadap civitas akademika yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam bidang akademik maupun pengembangan kelembagaan.

Mengusung Semangat Edudigipreneur, Wisuda ke-25 STAI Kharisma Sukabumi juga hadir dengan konsep yang berbeda. Dalam momentum menuju transformasi menjadi Institut Kharisma Nusantara, kampus mulai memperkenalkan dan menerapkan semangat visi baru, yaitu “Edudigipreneur”.

Konsep tersebut menempatkan inovasi, pemanfaatan teknologi digital, pendidikan, dan semangat kewirausahaan sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem pendidikan di STAI Kharisma Sukabumi.

Implementasi semangat digital tersebut salah satunya terlihat dalam penyelenggaraan wisuda yang memanfaatkan video tron sebagai media pendukung kegiatan. Penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan prosesi wisuda yang lebih menarik, modern, inovatif, dan berbasis digital.

Dengan dikukuhkannya 113 wisudawan pada Wisuda ke-25, STAI Kharisma Sukabumi tidak hanya menandai keberhasilan para lulusan menyelesaikan perjalanan akademiknya, tetapi juga menorehkan sebuah babak baru dalam perjalanan institusi.

Wisuda ke-25 menjadi penutup sebuah era sekaligus pembuka jalan menuju era baru Institut Kharisma Nusantara—sebuah institusi yang diharapkan semakin inovatif, adaptif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan.

Selamat kepada 113 wisudawan dan wisudawati STAI Kharisma Sukabumi. Terus melangkah, berkarya, dan membawa semangat Kharisma di tengah masyarakat dan dunia.