Langkah Menuju Kampus Berdaya Saing Global, STAI Kharisma Sukabumi Jalin MoU dengan Al-Hidayah Waqf Foundation Thailand

Hat Yai, Thailand — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kharisma Sukabumi terus memperkuat langkah menuju kampus yang berdaya saing global melalui pengembangan jejaring kerja sama internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Al-Hidayah Waqf Foundation Hat Yai, Thailand, pada Selasa, 1 September 2026.

Kegiatan MoU dilaksanakan di Kantor Yayasan Al-Hidayah Waqf Foundation Hat Yai, Thailand. Dalam kesempatan tersebut, STAI Kharisma Sukabumi diwakili oleh Ketua STAI Kharisma Sukabumi, Dr. Ade Nurpriatna, S.Ag., M.Ud., yang didampingi oleh Dr. (Cand) Muhamad Ibnu Malik, M.Pd. Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis STAI Kharisma Sukabumi dalam memperluas jejaring kelembagaan sekaligus memberikan pengalaman internasional yang lebih luas bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Kharisma Sukabumi, Dr. Ade Nurpriatna, menyampaikan bahwa kunjungan ke Al-Hidayah Waqf Foundation tidak hanya berorientasi pada penandatanganan kerja sama, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara kedua lembaga.

“Tujuan kami datang ke Al-Hidayah Waqf Foundation Thailand adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus membangun sinergi dalam mengembangkan pengalaman internasional mahasiswa. Ini juga merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam menghadapi daya saing perguruan tinggi yang semakin global,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya berorientasi pada lingkungan lokal, tetapi juga mampu membuka ruang kolaborasi internasional. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar, berinteraksi, dan mengabdi di lingkungan yang memiliki keragaman budaya serta sistem pendidikan yang berbeda.

Lebih lanjut, Dr. Ade Nurpriatna menegaskan bahwa kerja sama tersebut juga merupakan bagian dari upaya STAI Kharisma Sukabumi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“MoU ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret dan berkelanjutan,” jelasnya.

Salah satu bentuk konkret dari kerja sama tersebut adalah pelaksanaan PPK Internasional bagi mahasiswa STAI Kharisma Sukabumi. Melalui sinergi dengan Al-Hidayah Waqf Foundation, pada November 2026 mendatang STAI Kharisma Sukabumi akan mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program PPK Internasional di Thailand.

Para mahasiswa nantinya akan ditempatkan di sejumlah sekolah Islam dan islamic boarding school lainnya di Thailand. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional, mengenal budaya masyarakat Muslim di Thailand, sekaligus berkontribusi dalam lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural, serta pengalaman akademik dan sosial yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan dunia global.

Bagi STAI Kharisma Sukabumi, pengalaman internasional mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun kualitas lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keislaman, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan untuk berinteraksi di tengah masyarakat internasional.

Sementara itu, pihak Al-Hidayah Waqf Foundation yang diwakili oleh Ibu Salma, selaku istri Ketua Yayasan sekaligus bagian dari struktur Yayasan Al-Hidayah Waqf Foundation Hat Yai Thailand, menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan STAI Kharisma Sukabumi.

Dalam keterangannya, Ibu Salma menjelaskan bahwa Al-Hidayah Waqf Foundation merupakan yayasan yang menaungi berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan sosial. Yayasan tersebut juga telah membuka ruang kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dari Indonesia dalam berbagai kegiatan internasional.

“Sudah banyak kampus dari Indonesia yang bersinergi dengan Al-Hidayah Waqf Foundation untuk melaksanakan berbagai kegiatan internasional,” tutur Ibu Salma.

Menurutnya, kerja sama antarlembaga pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih luas antara Indonesia dan Thailand, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan pengembangan pengalaman mahasiswa.

Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga tidak hanya menghadirkan program bagi mahasiswa Indonesia di Thailand, tetapi juga membuka peluang kolaborasi timbal balik antara kedua lembaga.

Tidak hanya berorientasi pada pengiriman mahasiswa STAI Kharisma Sukabumi ke Thailand, kerja sama ini juga diarahkan untuk membuka peluang pertukaran dan penerimaan mahasiswa internasional.

Dr. Ade Nurpriatna menyampaikan bahwa STAI Kharisma Sukabumi siap mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan Al-Hidayah Waqf Foundation, termasuk membuka kesempatan bagi mahasiswa dari Thailand untuk melanjutkan pendidikan di STAI Kharisma Sukabumi, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.

“Ke depannya, kami siap bersinergi untuk menerima mahasiswa internasional dari Thailand, khususnya mahasiswa yang direkomendasikan oleh Yayasan Al-Hidayah, untuk kuliah di STAI Kharisma Sukabumi, baik program sarjana maupun pascasarjana. Untuk pembiayaan, kami juga akan menyiapkan kebijakan berupa beasiswa maupun potongan biaya pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya STAI Kharisma Sukabumi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terbuka terhadap mahasiswa internasional. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara diharapkan dapat menciptakan ruang interaksi akademik dan budaya yang lebih beragam di lingkungan kampus.

Penandatanganan MoU dengan Al-Hidayah Waqf Foundation Thailand menjadi salah satu langkah strategis STAI Kharisma Sukabumi dalam memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan daya saing kelembagaan.

Kerja sama ini juga sejalan dengan semangat transformasi STAI Kharisma Sukabumi menuju Institut Kharisma Nusantara (IKN), yang menuntut penguatan kualitas akademik, jejaring kelembagaan, pengalaman internasional mahasiswa, serta peningkatan kontribusi perguruan tinggi di tingkat yang lebih luas.

Melalui kerja sama dengan Al-Hidayah Waqf Foundation Thailand, STAI Kharisma Sukabumi tidak hanya membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi antara Indonesia dan Thailand dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, MoU tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan STAI Kharisma Sukabumi dalam mewujudkan perguruan tinggi yang semakin unggul, terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global.